SMR Modul 2

 Semua Spesial


Jadi, postingan yang gimana yang bisa meluaskan jangkauan? Sepengalaman saya yang cetek ini adalah postingan yang memberi banyak benefit ke yang baca terutama yang inspiratif dan menguras emosi alias bikin termehek-mehek. 

Masalahnya ada banyak yang akan bilang:

Saya gak pede mbak. Hidup saya gada spesialnya. Dan kemudian saya seperti berkaca pada diri saya sendiri.

Teringat 3 tahun lalu ketika mau buka kelas Mak Rempong. Banyak pergolakan vatin saya alami. 

"Saya bisa gak ya?"

"Kelas ini manfaay gak ya?"

"Ah, bikin postingan doang masak sih bakal ada yang butuh?"

"Kalau selesai kelas gak nambah pinter gimana ya?"

Ketika pada akhirnya saya bisa meyakinkan diri sendiri bahwa kelas saya ini penting, manfaat dan akan membantu banyak orang, ternyata gak serta merta membuat saya tenang. 

Setiap ngajar kelas baru, ternyata saya selalu mengalami rasa yang sama yaitu "Gak Pede" dan pikiran-pikiran negatif. 

Kalau sudah begitu, saya kembali ke *Niat awal dan Tujuan akhir*

Niat saya untuk berbagi ilmu, Kemudian punya tujuan kuat bahwa apa yang akan saya bagikan di kelas akan membuat teman-teman bertumbuh dan makin melesat. 

Dari situ saya bisa mengikis rasa inskyur saya tersebut. Apalagi melihat animo peserta, saya merenungi. Ada banyak yang menaruh trust pada saya. Kenapa saya masih gamang? 

Ada banyak yang mau belajar pada saya. Kenapa saya tidak menerimanya? 

Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk mengikis rasa inskyur tadi? 

1. Niat dan Tujuan

Gak bosan-bosan saya menyampaikan ini. Karena ini adalah hal paling dasar. Ketika niat kita sesuai, tujuan kita bener, maka kita akan kuat dalam prosesnya. 

Karena fokus kita ke usaha. Bukan hasilnya. 

Niatkan berbagi. Tujuannya untuk membantu banyak orang. 

2. Menghargai Diri Sendiri

Kalau kita mau melihat lebih baik dan menghargai diri kita sendiri, akan ada banyak sekali hal ispiratif yang bisa kita ceritakan. 

Hamil dan melahirkan? Oke, banyak ibu mengalami ini. Tapi kita sering lupa. Banyak ibu yang sedang menjalani dan butuh banyak informasi. Mungkin cerita kita memberi dia semangat.  

Masak apa adanya? 

Oke, kita bukan chef. Memangnya kenapa? Ada banyak ibu yang gak suka masak tapi mau gak mau harus bisa masak. Mungkin cara kita mempermudah kebingungannya. 

Berkebun 

Petani yang kebunnya luas memang lebih pandai dan teruji daripada emak-emak macam kita yang berkebun di bekas gelas minuman dan di pojok halaman yang seuprit. Tapi, ada banyak ibu-ibu yang punya nasib yang sama dengan kita. Gak punya lahan, suka berkebun, tapi gak tau mulai darimana. 

Bersyukur atas semua anugerah Allah. Sadari, setiap orang spesial dan dilahirkan dengan tugas tertentu yang harus diselesaikan dengan baik ketika hidup di dunia. 

Tinggal kita, mau menyelesaikan dengan nilai A atau D? Sedangkan gak akan ada waktu untuk remidi. Nah lho. 

3. Bukan Siapa Kita, Tapi Bagaimana Cara Kita Menyampaikannya

Pernah gak, kita baca novel dari 2 penulis yang berbeda. Ada yang ringan, ada yang berat. 

Membaca novel Suhita dan novel-novel John Grisham tentu beda vibes nya. Suhita akan menguras air mata dan mengaduk-aduk perasaan kita. John Grisham akan membuat kita berpikir dan mencerna lebih lama. 

Film? 

Sama. Ada yang suka komedi, romantis, futuristik, india, drakor, horor, atau juga action. 

Jadi, kadang tema dan idenya sama hanya saja, cara kita menyampaikannya yang membuat berbeda dan akan ada orang-orang yang merasa nyaman dengan bahasa kita. 

4. Level Kita

Setiap orang akan nyaman dengan orang tertentu yang memahami dan senasib dengan dirinya. Kalau kita masuk dunia tiktok, IG dan YouTube, ada banyak konten dengan macem-macem cerita. 

Ada yang wow, rumah mewah, barang branded, dan selalu cantik apapun dan gimanapun keadaannya. Kalau kita nonton, bisa inskekyur. Ketinggian untuk mencapai seperti itu. 

Tapi, ketika ada yang sama buluknya, tapi bisa cantik dan menarik dengan low bajet, tentu akan sangat menginspirasi. Rumah apa adanya bisa rapi. Bahan masakan seadanya jadi enak dan seadanya-seadanya yang lain yang relate banget dengan kehidupan kita sehari-hari, itu juga akan sangat menginspirasi. 

Ketika masih fase reseller dengan omset 5 juta akan memberi semangat buat yang omset 1 juta. 

Agen dengan paketan 20 paket sehari, akan bikin semangat buat agen yang masih 5 paket sehari. 

Ingat selalu:

Gak kudu jadi dosen untuk ngajar TK. 

Gak kudu chef lulusan luar negeri untuk ngajar masak seorang penganten baru. 

Gak kudu lulusan design interior untuk mengubah rumah berantakan jadi agak rapi. 

Gak kudu omset milyaran untuk ngajari nubi jualan online.

5. Harus Tentang Diri Sendiri?

Tidak. 

Kembali ke pilihan masing-masing mau membahas apa dan menceritakan siapa. Gak harus diri kita sendiri kalau memang gak nyaman. 

Lalu apa? 

Mungkin, kita punya talenta mengamati. Punya empati. Atau mengasah kepekaan. Kita bisa amati apapun yang ada disekitar kita. Bisa mengambil hikmah dan makna dari setiap kehadian di sekitar kita. 

Tentang penjual soto legendaris yang konsisten. 

Tukang parkir yang fisiknya tidak sempurna.

Dokter yang ramah dan care. 

Tetangga yang dermawan. 

Apakah harus tentang manusia? 

Tidak.

Kita bisa mengamati hewan. Tentang kupu-kupu yang harus bersabar dalam proses panjang dan menyakitkan dengan durasi waktu yang pas agar menjadi kupu-kupu yang indah.

Tentang pohon bambu yang perlu waktu sangat lama di awal pertumbuhannya untuk menumbuhkan akarnya. 

Tentang kurma yang harus ditimpa batu dulu untuk dipaksa tumbuh ke dalam dulu daripada ke luar. 

Dan banyak hal di sekitar kita yang bisa kita ambil pelajaran, untuk kemudian kita bagikan dalam bahasa kita.

Kalau di kelas Covert Selling, kita membahas tentang cara kerja pikiran. Bahwa, what you think is what you feel. 

Apa yang kita rasakan, berawal dari sebuah lintasan pikiran. Dari situ, akan menentukan tindakan apa yang kita lakukan. 

Banyak sekali saya temui, saya dengar curhatannya, dan saya alami. Kita berpikir gak mampu. Gak istimewa. Gak bisa begini begitu. Padahal dia punya potensi. 

Pikiran tersebut masuk ke perasaannya. Sehingga kadang gak bergerak hanya karena "perasaannya sendiri" yang menghakimi dirinya sendiri gak bisa anu, ini, ono. 

Jangan mengikat kaki kita sendiri kalau kita mau berlari dan melesat jauh menuju impian kita. 

Mengubah pikiran kita akan mengubah perasaan dan akan tercermin pada tindakan kita. 


Super Mak Rempong
Fb Dewi Ulunk
IG @dewi_ulunk
Tiktok @dewi.ulunk








Komentar

  1. Subhanallah,sangat bermanfaat tulisannya, semoga menjadi amal jariah ya mbak,,,,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer