SMR Modul 3
Riset & Evaluasi
Selama ini tentu kita udah sering posting status. Baik branding, maupun iklan. Nah, mungkin banyak yang merasa postingannya sepi. Adem ayem. Gak ada yang like koment apalagi beli. Kemudian merasa gak mood. Gagal. Down. Apalagi lihat postingan temannya yang "selevel" rame dan nampak laris. Makin down lah kita.
Ingat kisah Tabi'in bernama Uwais Al Qorny. Pemuda yg sangat patuh pada ibunya. Dia kalut karena Ibunya yang sudah tua ingin naik haji sedangkan mereka sangat miskin. Unta gak punya. Uang gak punya.
Tapi karena rasa cintanya yg besar pada ibunya, Uwais fokus mencari solusi. Diapun membeli seekor anak lembu dan membuat kandang di atas bukit.
Setiap hari, Uwais menggendong si anak lembu turun dan naik bukit. Banyak yang merasa aneh dengan apa yang dia lakukan. Tapi dia tetap fokus dengan usahanya.
Uwais konsisten melakukan itu terus menerus selama 8 bulan hingga musim haji tiba dan si anak lembunya sudah seberat 100 kg.
Apa yg dilakukan Uwais selama 8 bulan adalah konsisten melatih otot dan tenaganya. Sehingga ketika waktunya tiba, beliau mampu berjalan kaki jauh dan lama dari Yaman ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji sambil menggendong ibunya yang lumpuh.
Begitupun setiap postingan kita. Meski sepi like koment dan gak closing, akan memperkaya pengalaman kita. Mengasah kepekaan. Menambah pemahaman kita. Bisa mengamati mana tema yang disukai dan yang enggak. Jam berapa yang paling pas. Dan seterusnya.
Postingan kita, seperti langkah kecil dan push up sehari 1x yang akan menguatkan otot kita. Jadi, ketika kita harus jalan jauh dan mengangkat beban berat, kita akan kuat. Ketika kita harus naik level ke yang lebih tinggi, kita sudah kuat.
Tentu agak susah mengubah jenis postingan kita dari cuma hore menjadi lebih berbobot. Tapi bukan tidak bisa. Kita hanya perlu melatih otot saja.
Tapi ingat. Melatih otot, itu gak bisa sekali-2 kali. Sehari 2 hari. Tapi harus konsisten. Terus menerus. Karena kita gak ngerti kapan kekuatan kita akan dipake.
Selain mengevaluasi postingan kita, kita juga bisa riset. Mengamati akun-akun tertentu. Bisa akun seleb fb. Bisa juga postingan yang sepi tapi nampak laris.
Amati postingan apa aja yang bisa hits. Gimana cara penyampaiannya. Gimana bahasa yang dipake. Gimana fotonya dll.
Boleh kok kita mengamati. Kemudian kita jadikan role model. Tentu tetap sesuaikan dengan value diri kita sendiri. Gak papa kalau kita mau konsisten di tema tertentu dan nyaman di gaya tertentu.
Komentar
Posting Komentar