Kobar 3

 Personal Branding & Value


Pernah gak, ketika kita mau ikut kelas atau seminar tertentu, kita mencari tahu dulu:
Siapa sih trainernya? 
Siapa sih pematerinya? 

Atau ketika kita gabung ke supplier dan produsen tertentu, kita mencari tahu gimana orangnya?  siapa sih pemiliknya? 

Kali ini, kita tempatkan diri sendiri menjadi reseller. Apa sih yang membuat kita sebagai reseller tertarik untuk gabung ke seorang supplier? 

Produknya?
Harganya?
Sistemnya? 
Diskonnya? 
Rewardnya? 

Atau mungkin, gabung ke supplier karena orangnya?

Muslim. Ramah. Baik. Humble. Sabar dan mau mendengar kritik dan saran kita? 

Jadi, apa saja yang membuat kita memutuskan untuk gabung ke seorang supplier/mentor/Produsen? 

Kemudian, tanyakan pada diri sendiri. 

Apa yang membuat orang lain harus gabung menjadi tim kita, bukan gabung ke orang lain dengan sistem dan produk sejenis, dan diskon yang sama? 

Apakah kita sudah seperti itu? 


Seorang leader seperti kita, sangat penting untuk mempunya value. Gali kelebihan dan kekuatan yang kita miliki. Sesuatu yang membuat orang lain merasa kita punya kelebihan dan dianggap penting bagi orang lain. Sehingga, kita gak perlu bersusah payah nyari, reseller datang dengan sendirinya. Mengetuk pintu, menggedor hati, dan meminta izin untuk bergabung karena kita. 

Diskon, sistem, harga, produk dll, bisa sama. Tapi, value akan jadi pembeda kita. Value jugalah yang menjadi kunci tim kerasan dan loyal dengan kita. 

Kalau value kita kuat, tim nyaman sama kita, mereka bangga gabung di tim kita. 

Meski ada tawaran harga lebih murah dan diskon lebih besar, mereka akan bertahan. Karena menambah penghasilan dan menambah produk bisa dari cara lain atau dari supplier lain. Tapi kenyamanan dan kecocokan, belum tentu. 
 
Pernah ada seorang produsen besar yang tetiba add saya hanya karena beliau melihat flyer acara Kopdarnas Covert Selling di Jogja  tanggal 16 Januari 2022 lalu.  

Di flyer tersebut ada foto-foto pemateri termasuk saya bersama guru-guru saya yang salah 1 nya beliau kenal. 

Kami hanya saling inbox an. Saling nanya asal dan tinggalnya. Selama chat, saya kepoin profilnya. Ternyata beliau produsen produk yang sepertinya cocok masuk ke Kabiya Group. 

Di sinilah peran penting value kita yang tercermin pada diri kita. Baik di social media maupun di dunia nyata. Mau dikenal sebagai orang yang punya pribadi bagaimana? 

Postingan ngeluh, judes dan nyinyirin semua orang? Atau akun yang adem, banyak inspirasi dan ramah?

Kalau ada yang kepoin kita baik online maupun offline, apakah value kita sudah cukup dan meyakinkan? 

Kalau kelak anak kita dewasa dan kepoin akun kita, apakah mereka bangga terhadap kita atau malah sebaliknya? 


Value tersebut yang akan membentuk branding kita. Mau dikenal seperti apakah kita ini? 

Ceritakan. Sampaikan. Diulang-ulang. Di mana-mana. Dan lakukan setiap saat. 

Gak harus seperti saya, mereka atau orang lain. Jadi diri sendiri aja. Gak harus kok rame dan lucu. Bisa karena telaten setiap jawab pertanyaan. Mungkin karena humble dan sederhana. Mungkin karena rajin nyapa dan lebih banyak mendengarkan keluh kesah reseller. Mungkin karena bahasa yang santun. 

Banyak hal bisa kita tunjukkan seperti apa kita ini. 

Branding gak harus di fb atau harus uwow akun fb nya. Gak kudu like koment ratusan seperti akun saya. Itu hanya karena saya kurang kerjaan aja dan hobi posting. 

Branding, gimana kita dikenal oleh sebanyak-banyaknya orang. Dikenal sesuai value yang kita miliki. Kelebihan kita. Apa adanya kita dan yang mengenal kita selalu bertambah. Bisa rajin di komunitas-komunitas offline seperti pengajian, tahsin, paguyuban wali murid, senam, alumni, gowes, posyandu, PKK dan lain sebagainya. Bisa juga karena sering diundang jadi pemateri di mana-mana. 

Bisa juga gabung banyak komunitas online seperti Mak Rempong, kelas-kelas online, alumni kelas online dan sebagainya lalu sering hadir. Sering muncul. Lalu mulai bangun kedekatan. Saling save nomer wa. 

Sudahkah kita membangun branding dan menguatkan value diri kita terus dan terus?

Biar makin banyak yang kenal kita.
Biar mereka gabung karena value kita.

Pikirkan lagi. 
Kenapa reseller harus gabung jadi tim kita? 
Gali value diri. Sebarkan ke sebanyak-banyak orang. 



Komentar

Postingan Populer