Kobar 5
Merekrut Reseller
Banyak yang masih kebingungan gimana merekrut reseller. Yang pertama, kita kudu ngerti tujuan kita.
Kalau kita mau ke Bandung, kita bisa rencana mau naik apa, mampir mana, nyobain makanan apa.
Kalau tujuannya jelas, kita bisa menentukan arahnya. Tindakan yang dipake juga akan berbeda. Mindset juga akan berbeda dan iklan kita akan berbeda.
Jangan sampek kita gak ngerti tujuannya. Akhirnya muter-muter aja. Lihat teman naik bus, ikutan. Lihat temannya pindah kereta, eh ikutan. Padahal tujuannya beda.
Oke, tujuannya ngapain?
Mau jualan atau mau bangun tim?
Kalau jualan:
Targetnya cari yang mau beli, member atau pembeli loyal. Pahami produk knowladge. Iklannya mengiklankan produknya.
Pantengin terus produknya. Kalau ada promo apapun, siap gencarkan iklan.
Kalau distributor, agen atau leader, kudunya jualannya harus lebih dari level reseller. Berpikirnya harus lebih luas. Gimana penjualannya bisa jauh lebih banyak.
Bisa dengan membangun banyak toko online di semua market place baik merah, ijo, orens atau biru. Pake web. Group fb. Dan banyak media dan cara lain.
Bisa juga dengan merekrut reseller dan membangun tim. Kalau memang tujuannya merekrut dan membangun tim reseller, tindakannya kudu disesuaikan.
Target marketnya siapa?
Cari akun yang mau jualan lagi. Kalau di fb, kita bisa berteman dengan sesama penjual online karena penjual online itu udah biasa jualan.
Kita cukup rutin ngiklan aja, gimana biar tertarik gabung reseller. Gak papa kalau awalnya dia juga jualan produk yang sama kita. Nanti bisa kita arahkan ke produk kita yang lain.
Dan ini bisa jadi salah 1 kriteria ketika kita bebersih teman fb. Kalau gak aktif nyetatus di fb selama 1 bulan aja, bisa kita unfriend.
Bisa juga berteman dengan ibu-ibu yang mau nambah penghasilan.
Kalau udah ketemu targetnya, tentukan medianya. Mau di IG? di Tiktok? Atau di fb?
Karena kelas ini cara saya membangun tim, maka saya share sesuai pengalaman dna yang saya pahami aja.
Ada beberapa cara yang saya lakukan dalam merekrut reseller.
1. Group FB
Group FB ini banyak kelebihannya. Beberapa adalah:
• Daya tampung nya banyak. Bisa puluhan ribu kalau gak salah.
• Bisa bikin postingan terjadwal. Jadi kita masukkan konten banyak, setting jadwalmya, biar dia posting sendiri.
• Bisa setting siapa yang bisa posting.
• Anggotanya tertarget. Sesuai tema group kita. Kalau group nya khusus untuk produk tertentu, maka yang gabung juga yang nyari produk tersebut.
• Tambahin sendiri ya ...
Bikin judul groupnya yang spesifik yang sekiranya bakal dicari orang. Sehingga yang masuk memang orang-orang yang minat gabung ke group tersebut. Sesuai tema.
Misal:
Grosir Gamis Branded.
Yang akan gabung, orang-orang yang suka dengan gamis branded atau yang mau jualan gamis branded.
Grosir Buku Anak Edukatif.
Maka yang mau gabung ke group tersebut, orang-orang yang butuh dan mau jual buku edukasi.
Di sana kita bisa posting produk kita. Lalu arahkan ke wa dan giring jadi reseller.
Bagi yang gak biasa nulis dan gak telaten branding di fb, bikin group produk di fb sangat pas. Karena gak perlu narsis dan branding.
Selain group fb jualan produk, bisa juga group fb fokus sharing dengan tema:
Belajar Bisnis Bareng.
Ibu Rumah Tangga Bergaji.
Kalau group sharing, tentu kontennya juga sharing. Emang kudu nulis juga sih. Minimal gak harus narsis kayak fb personal. Temanya juga bebas. Bisa tergantung produk dan tujuannya.
Misalkan kita jualan herbal, bikin group sharing tentang sehat dengan herbal. Rutin posting tentang bahan-bahan herbal, jenis obat herbal dan macem-macem. Sesekali iklankan produk herbal kita. Arahin ke wa dan giring jadi reseller.
2. Group Sharing Gratis di WA/Telegram
Kita bisa bikin group sharing gratis di wa. Isinya orang-orang umum dan baru. Group nya jangka pendek aja. 3 hari atau seminggu.
Temanya boleh apa saja. Bebas banget. Memasak kue.
Lepas dari riba.
Hobi jadi uang.
Kerja dan bisnis
Atau pengalaman kita yang bisa kita bagikan.
Yang harus diingat, temanya gak perlu wow, besar atau penting. Karena bagi kita biasa aja, bagi orang lain luar biasa.
Lagi pula, ingat salah salah 1 dari 3 mantra.
It's Not What You Said, It's How You Said It.
*Bukan apa yang kita sampaikan. Tapi, bagaimana cara kita menyampaikan.*
*Punya pengalaman yang sama belum tentu cerita si A lebih enak dibaca daripada cerita si B*
Misal, sama-sama pernah ngontrak berkali-kali. Kita bisa ceritakan susah senangnya. Tips trik pindahan. Tips nyari dan negosiasi.
Tapi, 2 orang dengan pengalaman yang sama, belum tentu semua pengalamannya enak dibaca. Bisa jadi yang 1 pesannya lebih dapet. Emosinya lebih tergali.
Banyak banget keuntungan bikin group sharing. Yang saya rasakan dati tahun 2019 adalah:
❤️ Skill menulis kita terasah
Karena kita harus bikin cerita panjang tentang pengalaman kita. Skill ngiklan kita juga terasah karena kita harus ngajak orang masuk ke group kita.
❤️ Pede
Karena terbiasa, maka pede hanya efek. Efek dari kita terbiasa menghadapi banyak orang.
❤️ Menjawab pertanyaan
Dari setiap pertanyaan yang masuk, kita berlatih berpikir, mencari jawaban dan merangkai kata dan menyampaikannya sehingg mudah dipahami.
❤️ Melatih mental
Sering buka group, akan mengasah rasa *gak ngarep* karena kita niatkan sharing.
Berapapun isi group, kita woles aja. Santui. Karena niat kita membantu.
Selain itu, ketemu banyak macem tipe orang. Kepekaan kita keasah. Mana yang serius. Mana yang bikin rusuh.
Maka ilmu ngeles kita makin terasah. Skill kita bersilat lidah akan terasah dan ini, kepake banget buat *bina tim dan follow up customer*
❤️ Skill menggiring
Karena skill nulis dan mental terasah, kita akan lebih mudah menggiring dari group sharing ke tujuan akhir kita. Rekrut reseller atau jual produk kita.
❤️ Branding
Makin sering buka group sharing, makin banyak yang kenal kita, makin kuat branding kita.
3. Iklan.
Kebali ke tujuan awal. Leader tujuannya membangun tim. Jadi iklannya *rekrut reseller* bukan berjualan.
Banyak yang ngeluh resellernya gak nambah. Saya curiga karena emang gak ngiklan. Iklannya bukan rekrut reseller tapi jualan.
Lalu iklan yang gimana?
Kita balik ke salah 1 mantra di Covert Selling yaitu:
What You Think Is What You Feel. Apa yang kita pikirkan akan membentuk perasaan kita. Dan menentukam tindakan kita.
Jadi, kita fokus jenis iklan yang bisa membuat target kita berpikir, persepsinya berubah dan kemudian perasaannya bermain.
Iklan apa saja?
Awareness dan Knowladge.
Awareness itu simplenya, gimana caranya orang tau kalau kita rekrut reseller. Bisa menceritakan:
• Perjalanan bangun tim.
• Apa suka duka membina tim.
• Ceritakan tentang team kita.
Selain itu, kita kudu peka dengan apapun progres dan keseruan di tim kita. Misal lagi seru bahas anuan. Itu bisa banget di ss lalu diaplot dijadikan bahan iklan.
Misal ada reseller yang bisa nabung dan bisa beli sesuatu dari hasil jualannya. Entah kulkas, beli mobil, ngasih orang tua, atau umroh.
Misal ada reseller yang cerita lucu, atau apapun yang bisa kita jadikan bahan, bisa banget jadi iklan untuk rekrut reseller.
Knowladge itu, kita ceritakan apa kelebihan, kemudahan dan yang ena-ena kalau gabung ke group kita.
Untuk ini, kita bisa bikin list. Apa sih kelebihan gabung ke group kita?
Misal kalau di Kabiya Group:
• Gak ada modal uang. Yang penting mau belajar, manjat dan rutin iklan.
• Disediakan katalog
• Materi iklan lengkap dari foto, video, dll
• Spesifikasi produk jelas
• Stok banyak dan update
• Dibina
Banyak contoh dengan berbagai tema yang bisa kita jadikan bahan iklan rekrut reseller. Ini sebagian kecil contoh iklan rekrut reseller ala saya.
1. Reward
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=5389125111098761&id=100000039768752
2. Orderan Harbolnas
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=5385820441429228&id=100000039768752
3. Sistem Tokorame
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=5382634801747792&id=100000039768752
4. Turun Harga
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=5379339615410644&id=100000039768752
5. Salah 1 brand yang saya jual
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=5362475713763701&id=100000039768752
Oh ya. Tanamkan dalam pikiran. Jangan dikira, rekrut reseller itu sekali ngiklan bisa langsung dapat banyak.
Saya juga dikit-dikit. 1 orang. 2 orang. 10 orang. Gak papa sedikit-sedikit. Sambil belajar menambah kapsitas diri. Sambil memperbaiki sistem. Jadi, ketika tim udah besar, kita udah lebih siap semuanya.
Kita bisa bikin target yang masuk akal sesuai kemampuan kita.
Misal bikin target:
Nambah reseller 100 orang selama 3 bulan ke depan.
Kalau 100 orang, tentu nampak banyak dan berat. Sebaiknya kita pecah lagi jumlah dan waktunya.
Target: 100 orang 3 bulan
=35 orang per bulan
= 10 orang per minggu
= 2 orang per hari
Sekitar itu lah ya. Jadi lebih ringan dan masuk akal kan?
Nah, dari target tersebut, kita tinggal memetakan langkahnya.
Kudu ngapain sih biar bisa target terpenuhi?Kita bisa langkah-langkah misal:
1. Branding 1x sehari di fb
2. Iklan 2x sehari di FB
3. Sharing 1 bulan 1 group
4. Story wa + FB
Gak ada salahnya, nyoba banyak cara. Evaluasi. Perbaiki. Konsisten.
Komentar
Posting Komentar