Kobar 7

 Filter


Dalam menerapkan materi ini, sangat penting untuk memakai perasaan *Gak Ngarep*

Selalu ingat-ingat bahwa tugas kita adalah usaha, belajar dan berdoa. Hasil itu hak nya Allah. 

Apapun hasilnya, insyallah itu yang terbaik. Meski di awal pahit, terima saja. Suatu saat kita akan duduk diam dan bersyukur pada Allah. Segala kesulitan yang pernah kita lalui itu melatih otot kita menjadi kuat, sehingga bisa lari lebih cepat, jauh dan kuat. 

Selain itu, saya ingatkan lagi bahwa reseller adalah mitra. Saling menguntungkan. Saling berbagi. Ketika suatu saat dia lepas, naik kelas, pindah leader, atau langsung produsen, kita akan tenang. Gak menganggap mereka selingkuh, kabur atau diambil orang. Karena mereka bukan barang. Tetapi manusia yang diberikan pikiran dan bisa mengambil keputusan. Mereka juga manusia yang berhak kaya dan sukses. Sama seperti kita. 

Jangan sampai, sebagai leader, kita ingin mereka pinter agar jualannya laris, tapi ketika mereka makin pinter, kita gak ikhlas melepas untuk melesat lebih tinggi. 

Sebaliknya, kita juga butuh filter untuk mendapatkan reseller-reseller yang mau berjuang dan bertumbuh bersama. 

Lalu filter apa saja yang bisa kita pakai dalam membangun tim? 


1. Syarat

Saya sama sekali gak pernah share link group reseller ke medsos. Kalaupun pernah, hanya group tampungan saja yang akan difilter lagi bagi yang serius mau gabung dengan syarat tertentu. 

Biasanya, yang mau gabung akan saya sodorin syarat seperti ini: 


Syarat Gabung Marketer Kabiya.

Reseller:

1. Isi Form Pendaftaran

2. Gabung Group

3. Rutin Posting

4. Mau Belajar, menambah kapasitas diri dan membiasakan baca info di group. 


• Agen:

1. Poin 1-4 

2. Punya 30 reseller aktif

3. Boleh masukkan admin.

Menjadi reseller, artinya menjual kembali. Bukan untuk mendapat disc setiap pembelian pribadi. Karena jualan bukan hanya mendapat laba tetapi keberkahan harta. 


Klausul ini penting, untuk mengingatkan mereka, bahwa gabung reseller itu gak cuma hanya nyari harga murah untuk dipake sendiri. Kita mengingatkan bahwa menjadi re sell er artinya menjual kembali. 

Perkara nanti gak closing, gak masalah. Kita bantu, apa kesulitannya dan apa solusinya. 

Ketika mereka menyalahi akad dengan tidak rutin iklan dan beli untuk dirinya sendiri,  gak perlu diambil hati. Selain gak akan membuat kita rugi, juga ada Allah yang menilai. 


2. Form Pendaftaran Marketer

Kalau mereka sudah paham dan oke dengan syaratnya, baru kita sodorin form pendaftaran reseller. 

Fungsi form ini untuk: 

Mengenal siapakah dia?

Apa akun socmednya? 

Domisilinya di mana? 

Dan sebagainya. 


Dari situ, kita bisa membangun kedekatan. Karena akan ada aja yang berbeda nama antara akun wa, fb, ig dan lainnya.

Selain itu, kita juga bisa support akun socmednya, mengetahui juga track recordnya dan bisa jadi bahan bonding di group. 

Form Pendaftaran bisa dibikin fleksible. Sebagai leader, kita perlu mengetahui, orang-orang yang mendekat ke kita itu levelnya apa? 

Kalau banyak yang nubi, sesuaikan. Bikin form yang sederhana. Gak harus kayak saya. Gak kudu detile. Yang penting kita tau siapa dia. 


Dulu awal membangun tim, form saya sangat sederhana:


*Form Pendaftaran Marketer*

Nama:

Akun FB:

Domisili:


Cuma itu saja. Karena bagi nubi, ngisi form panjang juga menyulitkan. Bisa aja mundur duluan karena form. 

Kalau dia gak bisa ngisi, bisa kita bantu. Tapi kalau cuma di read aja dan gak diisi, itu suatu pertanda dia bingung, gak sempat atau gak serius. 


3. Akumulasi

Di tim saya berlaku syarat kenaikan level dengan akumulasi penjualan dengan durasi waktu tertentu. 

Misal: 

Syarat Naik Agen: 

Akumulasi penjualaan 25 pcs selama 2 bulan. 

Ketika dia memenuhi syarat, dia akan naik ke level agen dengan diskon lebih besar agar bisa berbagi dengan timnya.

Kalau dia gak berusaha memenuhi tersebut, maka dia akan tetep menjadi reseller. Kalau naik agen, kita bisa pindahkan ke group agen. Atau kita pindahkan ke group yang aktif orderannya. Biar vibesnya nular. 

Akumulasi gak melulu kita pakai untuk kenaikan dari level reseller ke agen aja. Bisa juga dari group tampungan calon reseller yang kita buat. Misal: bagi yang closing 2 pcs harga normal, laba baru dicairkan dan akan dimasukkan ke group reseller resmi.

Pake aneka cara. Mana aja yang cocok. Yang paling penting, pahami kemampuan tim kita dan level reseller yang mendekat ke kita.


4. Pindah group

Cara ini saya pakai untuk memindah tim yang aktif. Bisa dilakukan per 6 bulan atau 1 tahun sekali berdasarkan:

•Penjualan

Bagi reseller yang ada penjualan dan minimal dia aktif di group meski dia belum closing atau closingnya 1 bulan sekali, pelan-pelan akan dipindah ke group baru. 

• Keaktifan

Meskipun gak ada penjualan tapi masih aktif bertanya dan muncul di group, juga kita pindah ke group yang aktif. Tapi tetep dipantau. Kira-kira apa kendalanya. Kok rajin iklan tapi gak closing? Bisa aja dia aktif di group kita tapi order di tempat lain. Nah lho.

Kita gak masalah, tapi itu bukan attitude yang baik yang tidak boleh ada dalam group kita. 


Proses pemindahan bisa bisa bertahap dalam beberapa bulan. Karena bisa jadi ada yang bulan ini gak closing tapi bulan kemaren closing banyak. Apalagi kalau anggota groupnya isinya banyak. Memindah 250 orang tentu perlu kerja keras. 

Misal bulan kemaren yang closing 20 orang, 20 tersebut dipindah ke group baru. Bulan ini, yang closing 30 orang, 30 tersebut dipindah ke group baru. 

Selama proses pemindahan, group baru dilock dulu. Jangan diaktifkan dulu. Kalau proses pemindahan sudah selesai, baru kita aktifkan. Dan yang udah dipindah, boleh left group lama.

Group lama bagaimana? 

Group lama tetep kita aktifkan selama 1-2 minggu dan kita amati. Kalau ada yang aktif, pindahkan. Kalau udah sepi banget, di lock. Kasih pengumuman bahwa group dinonaktifkan. Bagi yang mau left silahkan. Bagi yang mau lanjut gabung boleh wapri.

Bila ada yang wapri, boleh ditanyain, apa kendalanya. Disitu kita jadi bisa memahamj kendala reseller dan latihan mencari solusi. 


5. Gak Sevisi

Dalam membangun tim, kadang kita bertemu orang-orang yang gak sejalur. Entah caranya, entah cara berpikirnya, atau cara penyampaiannya dan tujuan mereka dalam berdagang. 

Kita bisa berusaha mengubah mindsetnya. Kita juga bisa menggiringnya menuju frequensi yang sama. Kita mungkin akan berbusa-busa ngajarin dan bina. 

Tapi mungkin ada orang-orang yang gak mau membaca, gak mau manjat, gak mau mengubah mindset dan cara mereka. 

Mau bergerak atau enggak. Mau berubah atau enggak, itu bukan kuasa kita. Dan ngoyo dalam hal yang bukan dalam kendali kita itu lelah banget dan mustahil. 

Gak perlu ngeluh dan down. Karena, kita cuma bisa usaha dengan membersamai yang mau saja. Yang gak mau, gak perlu kita kasih porsi lebih. 


Jadi kalau ada reseler gak jalan, diem, gak aktif dll, gak perlu baper. Kembali ke niat dan tujuan kita. Berbagi manfaat dan memberi peluang ke orang lain.

Kalau mereka diem, gak jalan, gak gerak, artinya mereka gak butuh bantuan kita. 

Jangan sampek, semua yang mau ikut udah naik bus dan siap berangkt tapi malah kelamaan nungguin kita yang sibuk ngerayu dan narik-narik orang yang udah jelas-jelas gak mau ikut. 


Usaha.

Pasrahkan. 

Kerjakan yang lain.

Gunakan energi pada tempatnya. 


Komentar

Postingan Populer