MR Modul 7

Kemaren kita udah belajar gimana mencari ide dan kemudian gimana ngembangkannya. Apakah setelah dikembangakan bisa kita posting?

Belum.

Ada hal wajib yang *harus* kita lakukan sebelum kita posting. Karena ini akan menentukan kesan pertama pembaca pada tulisan kita. Kalau kesan pertama aja gak menarik, boro-boro beli, baca aja ogah.

Ada 2 cara yang saya lakukan untuk memperbaiki tulisan. 


A. EDIT

Untuk bikin postingan yang rapi dan enak dibaca, 1 kegiatan sangat penting yang gak boleh ditinggalkan adalah Editing.

Pake terus semboyan

Pantang Posting Sebelum Editing

Editing gunanya untuk merapikan, enak dibaca dan bisa dipahami. Ibaratnya, kita sedang bebersih sebelum kedatangan tamu. 

Apa saja yang kita perhatikan dalam proses editing?

1. Penampilan

Setelah kita mengembangkan tulisan, hal yang pertama kita cek adalah penampilan tulisan. Penampilan sangat penting karena itu kesan pertama yang akan dilihat. Kalau penampilannya rapi, maka potensi dibaca akan lebih besar. Kalau penampilan tulisan berantakan, boro-boro baca, lihat aja males.

Ibaratnya lihat orang pake celana bunga-bunga kuning, atasan bunga-bunga merah, jilbabnya polkadot ijo.

Gak enak dilihat Bambang!

Atau lihat rumah yang berantakan. Halaman dengan daun kering berserakan dan rumput yang tinggi. Lemari baju yang morat-marit. Mainan anak dimana-mana. Baju kotor menggunung dan cucian piring penuh.

Biar penampilannya rapi, apa aja yang kudu diedit?

• Jangan disingkat.

Usahakan tanpa ada singkatan sama sekali. Meski di chat, jangan disingkat karena chat justru paling sering kita lakukan dan akan membentuk kebiasaan.

Disngkt itu gak enk dibc dn bs bkin slh pham.  Selain itu, bkin pembca males dn gak mau lnjut baca. Aplgi kl tlisnnya pjg.

Pusing yak bacanya? Saya yang ngetik aja pusing. Apalagi yg baca.

Kita nulis untuk orang lain. Jangan egois mau cepet selese tapi bikin yang baca mumet.

• Paragraf

Pisahkan tulisan dalam beberapa paragraf biar yang baca gak siwer. Pisah per 3-4 kalimat.

• Penulisan yang sesuai

Gak perlu sesuai EYD banget sih. Tapi penulisan yang seauai akan membantu pembaca paham dan menunjukan kualitas kita.

Apa saja yang harus diperhatikan?

• Huruf besar di awal kalimat, nama orang, nama daerah/kota.
• Titik di akhir kalimat.
• Tanpa spasi sebelum koma dan titik.
• Spasi setelah koma dan titik.
• Penulisan dialog yang benar 
• Sesuaikan titik koma dengan intonasi seolah-olah sedang menceritakan langsung.
• Pemakaian tanda baca gak perlu berderet sepeti???

• Tanpa emoticon

Emoticon itu seperti noda di sprei putih. Mengganggu penampilan dan kerapian tulisan. Tanpa emot kita bisa kok memainkan rasa tulisan. Cuma perlu pembiasaan.


Beda dengan chat wa. Emot di chat memang bisa mengungkapkan perasaan meski gak harus banyak juga. Seperlunya. Untuk postingan FB, usahakan tanpa emot. Kalaupun pake emot, cukup 1 aja di akhir dan itupun bila sangat diperlukan.

Contoh emot di akhir:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3929304903747463&id=100000039768752

• Penempatan foto dan video

Foto gak perlu banyak. Kalaupun banyak, pilih yang mewakili cerita. Yang mirip gak usah.

Penting juga untuk mengedit foto menjadi menarik. Jangan asal posting aja. Yang penting rapi aja. Gak kudu kayak lomba fotografi. Karena ini akan membangun citra kita.

Rumah berantakan, kamar mandi kumuh, lemari dawul-dawul, dapur ancur, gak perlu diekspos.

Susunan foto juga penting ya. Susun sesuai urutan cerita. Sesuai kronologi dan alur cerita. Misal menceritakan liburan, susun foto dari berangkat sampai nyampe rumah lagi.

Kalau foto gak banyak, usahakan maksimal 5 foto. Kalau ada video, tempatkan di posisi ke 2-4. Biar kelihatan. Karena kadang bila cerita kita gak menarik, mereka gak akan mau klik 1 per 1 foto-foto kita. Padahal ada video di urutan bawah.

Ribet ya...

Untuk hasil maksimal, kita ga boleh setengah-setengah. Anggap postingan kita harus *menampilkan versi terbaik*

Ya tulisan.
Ya penampilan.
Ya isinya.
Ya foto dan videonya.

2. Cek Isi

Setelah kita edit penampilan, kita beresin isinya. Kalau isinya gak enak dibaca, kepanjangan, mbulet, dan gak ada manfaat yang didapat, yang baca merasa biasa aja. Tujuan branding kita gak akan tercapai. Kalaupun tercapai, citra kita kurang bagus. Persepsi orang terhadap kita jadi gak positif.

Apa aja yang perlu kita cek dalam isi tulisan kita?

•  Hemat kalimat

Panjang gak masalah. Tapi kalau bisa dipersingkat kenapa enggak? Jangan boros kalimat dengan mengulang-ulang maksud. Buang kalimat atau kata yang gak perlu.

Kalimat yang bisa dibuang adalah, kalimat yang bila dibuang, gak mengurangi keseruan cerita dan tetap membuat pembaca bisa paham.

• Hindari memakai kosakata berulang

Contoh:
“Saya masih mandi ketika suami masih tidur.”

Bisa diganti dengan :
“Saya masih mandi ketika suami sedang tidur”

• Intonasi

Menceritakan secara lisan akan menjadi enak didengar dan seru dengan memainkan intonasinya.

Intonasi juga menunjukkan maksud dan keseruan apa yang kita sampaikan.

Dalam tulisan, intonasi yang sesuai dibentuk dari penempatan titik koma yg pas. Kalau dibaca akan terasa "renyah" seolah-olah kita sedang diceritain secara langsung.

Contoh:
Aku tadi abis ke pasar lha kok ketemu orang gila.
Aku tadi abis ke pasar. Lha kok ketemu orang gila.
Aku tadi, abis ke pasar. Lha kok ketemu orang gila.

Anjing kamu!
Anjing! Kamu...

Beda penempatan titik koma, beda rasa dan beda maksud.

• Bahasa daerah boleh tapi...

Jangan full bahasa daerah ya gaess. Kan FL kita se endonesah. Sayang kalau banyak yg gak ngerti, pesan kita jadi gak nyampek. Keculai kalau value kita udah kuat, mau bahasa daerah orang lain tetep baca. 

• Manfaat

Jangan lupa, usahakan setiap postingan kita ada manfaat yg bisa diambil pembaca. Entah sekedar info ataupun bikin ketawa.


B. POLES

Kita lanjut cara ke 2 dalam memperbaiki tulisan. Cara ke 2 ini bisa dipake, bisa enggak. Kalau udah edit dan enak dibaca, itu udah cukup. 

Step Poles ini fungsinya untuk mengubah gaya tulisan dari kaku jadi ringan dan lebih santai. Biasanya, tulisan dengan bahasa sederhana dan santai, lebih mudah dipahami lebih banyak orang. Gak ketinggian. Jadi semua kalangan bisa memahami.

Tulisan kaku tersebut harus kita poles sedemikian rupa. Diubah beberapa bagian biar lebih santai. Seolah-olah sedang ngobrol sama pembaca.

Ini juga cara yang saya lakukan untuk membuat tulisan jadi seru dan hore ala saya. 

Poles ini gak wajib ya. Sesuaikan ke khas an masing-masing. Gak harus seperti saya, dia, kamu atau mereka. Jadi diri sendiri aja. Karena tulisan pun punya ciri khas sendiri setiap orang.

Hanya saja, tugas kita adalah, menyampaikan segala sesuatu dengan ringan dan mudah dicerna. Biar apa yg ingin kita sampaikan bisa diterima dengan mudah oleh banyak level pembaca. 

Ada beberapa trik yang saya pake untuk mengubah postingan biasa jadi hore. Minimal yang bahasanya kaku menjadi lebih ringan.

1. Ganti Kosakata

Pakai kosakata yang umum itu udah biasa. Untuk mengubah postingan kaku, gantilah beberapa kata dengan kosakata yang lebih ringan, lucu, antik, atau aneh.

Tapi pastikan pembaca tetap paham apa maksudnya. Jangan kebanyakan. Cukup 1 atau 2 atau kondisional yang dirasa perlu.

Contoh:

Setiap koreksi kelas Mak Rempong itu, bikin mata puyeng dan perut laper. Apalagi tadi belum sarapan.

Coba ganti beberapa kosakata nya.

Tiap koreksi kelas Mak Rempong tuh bikin mata laper dan perut puyeng. Apalagi tadi belum sarapan. Cuma sempat ngemil nasi uduk aja.


2. Bahasa Daerah

Kita bisa pake ini untuk bikin tulisan kita seru. Caranya dengan menggabungkan Bahasa Jawa + Indonesia. Jangan kebalik Bahasa Indonesia + Bahasa Jawa.

Ingat ya!
Bahasa Jawa + Indonesia.

Contoh:
Sakjanya (Sebenernya)
Godongnya. (Daunnya)
Lambenya (Bibirnya)

Jangan dibalik Bahasa Indonesia + Jawa
Contoh:

Soale
Makane
Sayure

Itu gak ciamik yes.

3. Lebay

Kita bisa memperbanyak huruf di beberapa kata. Ini biasanya kepake juga dalam di chat biar kesannya akrab. Misal:

"Mbak, mau minyak kutus-kutusnya dong"
"Yuhuuu. Mau berapah?"
"1 aja"
"Wokee"

4. Hiperbola

Untuk membuat tulisan jadi lebih seru, kita bisa pake jurus ini. Bikin jadi sesuatu yang mustahil atau wow dengan membesarkan sesuatu.

Contoh:
Ngemil tumpeng
Beli lapangan
Ngepang rumput

Contoh:

Ngoreksi kelas Mak Rempong tuh bikin mata laper dan perut puyeng. Apalagi tadi belum sarapan. Cuma sempat ngemil tumpeng aja.

5. Penempatan Kalimat 

Tulisan juga bisa dong dirasakan suasananya.

Tegangkah...
Lucukah....
Sedihkah...
Cemaskah....
Marahkah....

Sampaikan emosi itu biar feel nya juga dapat dirasakan pembaca.

Sama halnya seperti film yang menarik, tulisan meskipun cuma status juga kudu ada efeknya.

Misal dalam film horor, sebenernya yg bikin serem itu kan back sound atau lagunya. Ketika hantunya datang, tentu back soundnya sesuai. Kalau backsound nya musik dangdut koplo, kan gagal serem.

Dalam tulisan, juga kudu ada dong efek syerem, tegang dan sebangsanya.

Bisa dengan menambah deretan titik.
Pemisahan baris.
Beri jarak dengan titik-titik ke bawah.

Contoh:

Setiap koreksi kelas Mak Rempong tuh bikin mata laper dan perut puyeng. Gimana enggak...

Tulisan morat marit. Ada yang mau ke Bandung dadak ke Bali dulu alias muter-muter. Belum lagi emoticon bertebaran. Apalagi tadi belum sarapan.

Cuma sempat ngemil tumpeng doang.

Bandingkan dengan contoh sebelumnya


6. Pisah Kalimat dan Ubah Paragraf.

Di sini, kita perlu memainkan feeling. Kapan kalimat bisa dipisah, kapan harus digabung, kapan kudu berdiri sendiri.

Mengubah posisi paragraf atau kalimat juga bisa memberi effect beda. Misalnya paragraf 3 dituker posisi jadi paragraf 2. 

Kadang dengan mengubah posisi kalimat dan paragraf, bikin cerita lebih renyah, jadi lebih hidup, makin enak dibaca dan dapat ending yang pas.

Contoh:

Kalau ada yang ngucapin ke Corona selamat ulang tahun semoga panjang umur,
Tak anpren.

Di sini kita bisa mengubah penempatan kalimat dengan memisahkan baris dan pemakaian tanda seru.

*Kalau ada yang ngucapin "Selamat ulang tahun" apalagi mbok tambahi ucapan "Semoga panjang umur" ke Corona...*

*Tak anpren!*

Hasilnya:

Contoh:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4487795131231768&id=100000039768752

Contoh lain:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4400782299933052&id=100000039768752

Contoh lagi:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4376882058989743&id=100000039768752












Komentar

Postingan Populer